Harga Emas Naik Tajam, Menyusul Laporan Tingkat Tenaga Kerja AS Diluar Ekspektasi

Harga Emas Naik Tajam 22 Oktober 2013, Image Credit Kitco.com

Harga Emas Naik Tajam 22 Oktober 2013, Image Credit Kitco.com

Harga emas berjangka naik ke posisi tertinggi dalam tiga minggu ini pada hari Selasa (22 Oct 2013 08:00 NYTime), setelah jumlah lapangan pekerjaan baru di AS meleset dari ekspektasi, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menghindari perekrutan karyawan baru karena krisis politik dan anggaran akhir-akhir ini.

Harga emas untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik $16,90 pada $1332,70 per ons (1 ons=28,3 gram) sempat menyentuh $1345, dengan hampir semua keuntungan didapatkan segera setelah rilis laporan jumlah non-farm payrolls (data tenaga kerja di AS selain pegawai negeri, petani dan pekerja rumahan) untuk bulan September. Kenaikan harga emas ini biasanya akan diikuti oleh harga emas lokal, termasuk di Indonesia.

Non-farm payrolls bulan September hanya tumbuh 148000, jauh di bawah perkiraan 182000. Tingkat pengangguran sebesar 7,2 persen, sedikit berubah pada bulan September, tetapi telah menurun 0,4% sejak Juni.

Harga emas sering naik mengikuti pengumuman laporan tenaga kerja yang lemah karena selalu terkait Fed suku bunga dan program stimulus untuk target pertumbuhan ekonomi. Tingkat pengangguran non-farm nasional harus turun menjadi 6,5 persen sebelum The Fed menaikkan suku bunga dari tingkat saat ini yang sangat rendah di 0 – 0,25%.

The Fed saat ini juga berkomitmen untuk membeli $85 milyar hutang baru setiap bulan sampai ada pemulihan yang berkelanjutan dalam perekonomian dan pasar tenaga kerja. Langkah-langkah akomodatif dari bank sentral AS tersebut umumnya akan support terhadap harga emas karena likuiditas ekstra cenderung merendahkan mata uang dollar dan menciptakan risiko inflasi ke depan.

“Harga emas naik akan tetap didukung oleh sikap The Fed yang mempertahankan kebijakan moneter sangat akomodatif, dalam pandangan kami, dikarenakan pengetatan QE yang ditunda,” kata James Steel HSBC dalam sebuah tulisan.

Source : fastmarkets.com

1 Comment

  1. Pingback: Survei Harga Emas Mengindikasikan Harga Naik Minggu Depan - Investasi Emas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *