Prediksi Harga Emas 2014 Sebagai Panduan Investasi

Emas adalah bentuk uang yang hampir sempurna. Benda ini adalah salah satu dari hanya beberapa logam di planet bumi yang memiliki semua atribut-atribut berikut: keindahan, kelangkaan, tidak dapat dihancurkan dan juga bisa dialihkan dan dibagi. Namun, bahkan setelah lima ribu tahun digunakan sebagai alat penyimpan kekayaan, emas masih sepenuhnya disalahpahami oleh sebagian besar orang di Wall Street.

Inilah sebabnya mengapa kebanyakan manajer keuangan salah memprediksi tahun bencana dunia keuangan. Mereka ini tidak pernah menyadari kebenaran yang sederhana bahwa nilai emas tidak pernah berubah, hanya ekspresinya berubah terhadap mata uang kertas. Oleh karena itu, emas selalu mempertahankan daya belinya dari waktu ke waktu dan merupakan alat pelindung nilai harta terbaik terhadap mata uang fiat yang sedang menuju ke jalur kehancuran. Harga emas meningkat ketika pasar mata uang akan kehilangan daya belinya. Pemahaman ini seharusnya sangat sederhana untuk diterima.

Alasan mengapa harga emas dalam dollar melonjak dari $200 per ounce pada awal dekade terakhir, ke hampir ke $2000 per ounce pada tahun 2011, adalah karena banyak kekawatiran meroketnya defisit di AS akan segera menyebabkan pencetakan uang besar-besaran dan monetisasi utang di dalam bank sentral. Meskipun pada akhirnya monetisasi utang tidak terwujud – karena banyak yang ditakutkan – pemerintah telah berhasil mewujudkan “pemulihan” ekonomi sementara dengan memaksa suku bunga menjadi nol persen sehingga menghasilkan gelembung (bubble) di obligasi, saham dan real estate.

Tesis bubble aset menyebabkan bubble konsumsi, yang membawa pemulihan terhadap pendapatan pemerintah. Defisit kemudian turun ratusan miliar dolar (meskipun mereka masih sangat besar tetapi tidak berkelanjutan), yang pada giliranny/a menyebabkan harga emas mengalami koreksi selama dekade panjang dan mengkonsolidasikan di harga $1200 per ounce.

Namun, sekarang hanya dua kemungkinan hasil untuk kondisi fiskal, keuangan dan ekonomi, dan kuduanya dalam posisi bullish untuk emas.

Skenario Tidak mungkin

Fed akan berhenti membeli utang bank sebesar USD $85 milyar per bulan dan akan benar-benar keluar dari bisnis obligasi pada musim gugur tahun 2014. Namun demikian, ini akan memiliki efek kacau pada pinjaman bank, pertumbuhan peredaran uang dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi suku bunga jangka pendek dan jangka panjang negatif akan menyebabkan biaya yang semakin tinggi dari sistem fractional reserve pinjaman dan inflasi. Ketakutan sebagian investor emas tentang tappering off-nya Fed akan cepat memudar, seiring naiknya inflasi menyebabkan harga emas lebih tinggi, sama seperti yang dilakukannya di tengah-tengah dekade terakhir.

Skenario Realistis

Di sisi lain, tapering yang dilakukan Fed mempengaruhi tingkat suku bunga jangka panjang, penurunan harga aset dan krisis ekonomi. Naiknya suku bunga akan menyebabkan ekonomi untuk tergelincir kembali ke dalam resesi dan defisit dan sekali lagi bisa lepas kendali. Hal ini akan memaksa Fed untuk mengadopsi program QE (Quantitative Easing, pencetakan uang) lebih besar dan berlarut-larut, karena putus asa berusaha untuk menjaga suku bunga jangka panjang yang rendah dalam konteks melonjaknya utang dan defisit. Pertumbuhan uang beredar dalam kasus ini akan menjadi signifikan karena Fed akan lagi akan kembali dalam bisnis untuk mendapatkan penghasilan triliun dolar defisit.

Dalam kedua kasus di atas, bullish emas akan muncul kembali pada tahun 2014. Analisa saya logam kuning akan mendekati USSD $1600 per ounce pada akhir tahun depan. Saya berpendapat bahwa banyak saham pertambangan telah dipercaya untuk mengantisipasi keluar Fed gagal dan akan menawarkan investor imbal hasil yang signifikan di tahun mendatang.

Oleh: by Michael Pento – Pento Portfolio Strategies

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *