Keputusan The Fed, Ekonomi Kertas Dan Sikap Kita

Pencetakan Uang Dari Ketiadaan, Image Credit : Wikipedia

Pencetakan Uang Dari Ketiadaan, Image Credit : Wikipedia

Bagi yang tidak asing dengan peran The Fed (bank sentral Amerika) selama ini dalam mengatur keuangan dunia (khususnya terhadap US Dollar) tentu mengetahui juga bagaimana perannya dalam kelesuan ekonomi, jatuhnya harga sahan-saham, kacaunya nilai tukar mata uang termasuk anjloknya harga emas dunia beberapa bulan yang lalu.

Begitulah “ekonomi kertas” istilah ini menggambarkan kinerja perekonomian yang tidak diukur dari kemampuan riil dalam memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat suatu negara, kemampuan produksi bahan-bahan kebutuhan pokok, kemampuan menjawab masalah utama dunia terkait air, energi, udara. Ekonomi kertas adalah ekonomi yang diukur dari kertas saham, pasar modal termasuk pencetakan uang dari kenihilan (uang kertas).

Sehingga semua resource baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia, devisa negara difokuskan untuk memperbaiki makro ekonomi ini,  istilahnya mempercantik bursa saham, nilai tukar mata uang, suku bunga agar investor berdatangan dan melupakan kebutuhan rakyat yang sebenarnya (ekonomi mikro).

Muhaimin Iqbal menyatakan sebuah analisa dalam tulisannya :

Harga saham bisa melejit dalam satu malam ketika the Fed memutuskan untuk melanjutkan program Quantitative Easing-nya, apakah kinerja harga saham yang demikian ini cerminan kemajuan ekonomi  ?  tentu tidak.  Sebaliknya juga demikian, harga saham bisa langsung anjlok seketika ketika  the Fed memutuskan untuk menghentikan program QE-nya, apakah ini cerminan runtuhnya ekonomi ?, mestinya juga tidak. Lha kalau jatuh bangunnya harga saham yang dipicu oleh rapat-rapat bulanan the Fed – bukan merupakan ukuran kinerja ekonomi kita, mengapa para pelaku ekonomi kita rela pontang-panting dibuat pusing oleh setiap kebijakan the Fed ?

Disinilah kita harus cermat, jika kinerja ekonomi didominasi oleh ukuran harga saham, nilai tukar mata uang, dan berbasis pada mata uang fiat yang bisa dicetak dari ketiadaan, maka selalu bersiaplah terhadap kebijakan-kebijakan the Fed yang tidak akan pernah memberi ketenangan selamanya, selalu akan ada gonjang-ganjing ekonomi dunia.

Sikap Kita

Setelah kita memahami bagaimana eknomi dunia diukur dan dipengaruhi oleh segelintir orang, lantas bagaimana sikap kita ? Apakah kita masih mau berada dalam kondisi mengekor atau pasrah ? Tidak. Jawabannya adalah bekerja di sektor riil . Banyak mulai dari industri rumah tangga, pertanian, jasa dll. Jika kinerja sawah ditentukan oleh banyaknya ton padi yang dihasilkan oleh sekian hektar lahan, maka seharusnya keputusan the Fed tidak akan bisa mempengaruhinya. Jika kreativitas dalam inovasi teknologi dapat menghasilkan efisiensi dan manfaat pada masyarakat, seharusnya kreativitas tersebut tidak boleh dipengaruhi oleh keputusan The Fed.

Saat krisis eknomi terjadi, yang bisa menjadi pengangan kita bukan lagi eknomi kertas, tapi ekonomi riil yang nyata, termasuk aset riil yang nyata seperti lahan produktif, investasi emas dll. Apalagi jika fokus kita pada sektor ekonomi riil dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

Dalam berinvestasi emas, kita juga harus memiliki sikap dan cara yang benar, antara lain dengan membeli emas bukan untuk berspekulasi atau mendapatkan keuntungan jangka pendek. Karena hal ini pasti akan terpengaruh oleh kebijakan the Fed. Mengapa ? Karena harga emas dunia tidak sepenuhnya dikontrol oleh pasar dalam arti jual beli fisik, tetapi dominan dipengaruhi oleh perdagangan emas berbasis kertas (ETF). Sehingga manipulasi harga sangat mudah dilakukan.

Investasi emas secara fisik harus menjadi bagian dari  strategi keluarga atau pribadi untuk membangun ketahanan ekonomi, karena kita berada dalam pusaran ekonomi kertas. Juga mempertahankan daya beli jangka panjang atas hasil kerja keras kita, karena kita berada dalam ekonomi yang berbasiskan uang kertas.

Tekniknya belilah emas saat kita memiliki kelebihan uang kertas, dan menjualnya saat membutuhkan untuk modal usaha di sektor riil atua membeli kebutuhan pokok yang bersifat jangka panjang. Dengan sikap kita seperti ini, harapannya kita terhindar dari pengaruh kebijakan the Fed yang merugikan ekonomi. Jika setiap rakyat suatu negara memiliki sikap benar ini, maka seharusnya ekonomi negara tersebut tidak akan mudah untuk diaduk-aduk oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan dan kepentingan yang duduk di kursi the Fed.  Kerja keras kita di sektor riil dan sikap kita terhadap ketahanan ekonomi antara lain yang  akan membebaskan kita dari pengaruh buruk the Fed.

Disusun dari artikel The Fed : Kambing Hitamkah ? Oleh : Muhaimin Iqbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *