Atasi Amerika Serikat Default, Presiden Obama Akan Gunakan Seluruh Kekuatan

Presiden Obama, Image Credit Wikimedia

Presiden Obama, Image Credit Wikimedia

Hari ini mantan official dari US Treasury, Dr Paul Craig Roberts,  memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat akan mendeklarasikan “Bencana Nasional,” dan merebut kekuasaan total, jika hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari Amerika Serikat default (gagal bayar hutang). Dia juga berbicara tentang langkah-langkah darurat drastis lain yang juga akan dilaksanakan untuk menghindari AS default. Berikut penuturan Roberts yang dikutip melalui KWN.

Jika Amerika Serikat default, maka itu akan menjadi akhir dari AS sebagai negara adidaya . Tak seorang pun di Washington ingin kehilangan kekuatan semacam itu, jadi mereka benar-benar berharap bahwa pada menit terakhir kesepakatan akan tercapai . Sekarang, dalam hal kedua belah pihak bermain ‘chicken’ sampai akhir, ketakutan default meningkat secara dramatis , saya pikir salah satu dari dua hal akan terjadi.

Yang pertama Federal Reserve , atas inisiatif sendiri, dengan mudah akan meminjamkan US Treasury berapapun uang yang akan membutuhkan. Anda harus ingat bahwa Federal Reserve meminjamkan kepada bank-bank AS dan Eropa lebih dari $16 triliun untuk memungkinkan mereka menghindari default, atau kegagalan sekaligus . Pinjaman dari Federal Reserve  yang melebihi $ 16 triliun inilah yang membuat sistem ekonomi tidak tenggelam.

Kemungkinan kedua adalah bahwa Presiden Obama, karena undang-undang yang ada, akan memiliki kekuatan untuk menyatakan ‘bencana nasional’ (National Catastrophe) dan akan menjadikannya pemimpin penuh pemerintahan. Ini mendapat Kongres dan Pengadilan keluar kekuasaan. Pada saat itu tidak ada batasan pada kekuasaan presiden jika ia menyerukan ‘bencana nasional.’

Ini berarti bahwa Presiden, dengan otoritasnya sendiri, bisa menaikkan plafon hutang. Jadi, salah satu dari dua peristiwa di atas yang akan terjadi jika tidak ada deal dengan Konggres . Bisa jadi Presiden Obama, atau orang lain dalam Eksekutif , berencana untuk menggunakan krisis ini untuk menajalankan Executive Order. Dengan kata lain Presiden akan menjadi seorang “Kaisar” dengan kekuasaan penuh yang secara independen terpisah dari Konggres dan Pengadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *