Analisa Investasi Emas 2014: Pertempuran US Dollar, Inflasi Dan Emas

Dollar Vs Emas, Image Credit : dreamstime.com

Dollar Vs Emas, Image Credit : dreamstime.com

Harga emas pada Selasa  (10/12/13) sempat naik menyentuh $1250 per ounce untuk pertama kalinya dalam 7 sesi, obligasi pemerintah juga naik setelah komentar dari pejabat Fed tentang kemungkinan mengurangi stimulus moneter (tapering) mereka pada pertemuan minggu depan. Sementara itu pasar saham Eropa merayap naik agak tinggi, namun saham Asia ditutup melemah.

“Pemulihan ekonomi mungkin akan mendapatkan  pertumbuhan, tapi ekonomi kita masih jauh dari normal”, kata Bank of England Gubernur Mark Carney dalam sebuah pidato di New York semalam.

Untuk emas , “Kami melihat short-covering dan beberapa bargain hunting, ditambah dengan tanda-tanda beberapa permintaan fisik di Cina”, Bloomberg mengutip David Govett di London Metals Brokerage Marex Spectron. Ia menambahkan, “Tetapi pasar masih sangat terbatas pada level atas, kami terus menunggu pertemuan Fed minggu depan.”

Kenaikan emas terakhir tidak diragukan lagi disebabkan karena sebagian besar investor keuangan spekulatif untuk menutupi posisi pendek mereka, setelah sebelumnya emas mencatatkan rekor pada penurunan harga.

Tetapi sekali lagi, kita masih melihat ke depan saat pemungutan suara di Federal Reserve AS hari Rabu, 19 Desember 2013. Commerzbank mengatakan tentang kemungkinan Fed melakukan tapering (pengurangan) pada QE (Quantitative Easing) yang sekarang bernilai USD $85 milyar per bulan. Membuat posisi emas dan komoditas secara umum menjadi menggantung.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk taper, ” ujar Richard Fisher, presiden Dallas Federal Reserve Bank, dalam sebuah pidato di Chicago. Fisher, yang telah berulang kali menyerukan untuk mengakhiri QE dan akan menjadi anggota voting dari The Fed pada 2014.

Sementara itu inflasi terus ke sisi negatifnya, hal ini merupakan kekhawatiran terjadinya deflasi. Untuk itu jika inflasi tidak kembali menuju sasaran (saat ini sebesar 2,0 % per tahun), The Fed bisa kemudian melakukan jeda tapering pada pertemuan berikutnya.

Menunjuk pada fakta bahwa emas “cenderung bergejolak” ketika suku bunga riil naik, ” Jika Anda memiliki pengetahuan tingkat suku bunga 10 tahun dan inflasi 10 tahun lalu, Anda dapat merumuskan masa depan emas. Dengan data terbaru di AS, Oktober angka inflasi sebesar 1,2%, kita melihat sedikit ruang kemungkinan untuk inflasi jatuh lebih jauh tanpa adanya kekhawatiran deflasi.

Karena kebijakan Fed AS menyatakan menjaga suku bunga rendah untuk mendukung perumahan dan kredit, kita juga bisa melihat lingkup terbatas untuk kenaikan material dalam 10 tahun” kata seorang analis bank. Ia juga mengatakan emas sudah berakhir di Februari 2013 , delapan belas bulan setelah puncak, tapi tak lama memperoleh catatan terburuk logam mulia tersebut dalam tiga dekade.

Keputusan investasi emas 2014 cukup sulit, bagi yang bermain di jangka pendek mungkin tidak cukup disarankan. Tetapi bagi yang berinvestasi jangka beberapa tahun, seharusnya peperangan emas dan dollar ini sudah tergambar di history puluhan tahun tetap membuat yakin dan optimis pada emas.

Oleh : Adrian Ash, kepala penelitian di BullionVault.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *